Tampilkan postingan dengan label TUAK ILLAHI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUAK ILLAHI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2019

Syair Sang Pemabuk







Jangan katakan aku patah hati
Karena wanita cantik dan rupawan
Sungguh engkau salah menilai
Terdinding oleh cadar Indah gemerlapan
Kalau ingin mengetahui
Aku mabuk karena khmer
Yang berisi air kenikmatan
Di ambil dari lautan ma’rifat
Terbang bebas tak ada hambatan
Merdeka tak ada ikatan apapun
Hati senang karena kemabukan
Tak ada pikiran yang menyesatkan
Aku keranjingan karena Cinta
Mabuk kepayang tak tergambarkan
Melihat dia yang menawan
Tak sadar akan ucapan dan kata
Diri hilang entah kemana
Tak ingat siapa-siapa lagi
Berkata sembarang kata
Sudah gila barang kali ya???
haaa… haaa… haaaa….
Tertawaku bebas dan lepas
Jangan katakan aku sedang stress
Aku hanya gila.. ya gila karena cinta
Kemabukan telah merengut KESADARAN
Tubuh hilang di dalam sempoyongan
Miring kekiri dan miring kekanan
Traaa… laalaa…laalaa…la…laa
Jangan katakan aku gila kerena dunia
Gilaku karena “DIA”… yayaya… “DIA”
Yang mencipta ini semua
Termasuk kemabukkan ku jua
Aku mabuk bukan karena wanita
Yang menjadi perhiasan dunia
Penipu dan perampok itu semua
Dapat mengotori iman takwa kita
Sambung menyambung menjadi satu
Pandang  banyak pada yang satu
Bukan buaya bukan biawak
Pandang satu ada pada yang banyak
Mengertikah engkau perkataan ku
Kalau mengerti diamlah
Tak mengerti simpanlah
Dalam rahasia segala rahasia
aku adalah aku
Mabuk adalah hobyku

Tenang tentram tujuanku
Lepas bebas terbang pulang
Kicau burung sangat merdu
Angin sepoy-sepoy membuat terlena
Kalau ingin mengenal Tuhannya
Menyelamlah ke dalam sukma
Mencari mutiara amatlah susah
Harus menyelam kedasar lautan
Jangan engkau membusungkan dada
Mutiara hilang Tuhan pun luput
Ibarat Yudistira dan jimat kalimosodo
Jimat di pakai menjadi Raja
Tak terkalahkan di jagat Raya
Jimat hilang kedudukan sirna
Salam Sayang
Salam Hormat
Salam Taklim
Salam Sejati   *sampai mati*




Senin, 14 Januari 2019

Nama-Nama Malaikat Dan Tugasnya, Penjelasan Iman, Wujud & Sifatnya

Malaikat merupakan mahkluk ciptaan Allah yang ghaib. Berbeda dengan makhluk lainnya, malaikat tercipta dari nur atau cahaya. Malaikat adalah satu-satunya mahluk Allah SWT yang paling taat dan tunduk kepada-NYA. Allah SWT menciptakan malaikat dengan tanpa mempunyai nafsu dan pikiran.
Malaikat hanya mengerjakan apapun yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada mereka. Malaikat pun ada banyak, namun dalam kehidupan kita hanya ada sepuluh nama malaikat yang wajib kita ketahui dan imani.
Pengertian malaikat dalam bahasa Arab sendiri berasal dari kata malaikah atau malak yang memiliki arti kekuatan. Kata malak ini berasal dari kata masdhar al-alukah yang berrti risalah atau misi. Lain hanya menurut istilah dan syari’at, malaikat memiliki pengertian adalah mahkluk Allah SWT yang diciptakan dari nur atau cahaya dan sifatnya ghaib dan selalu taat serta patuh dalam melaksanakan segala tugas maupun perintah yang diberikan Allah kepadanya.
Malaikat memiliki sifat dan karakteristik berbeda dengan makhluk Allah yang lainnya. Sifat yang dimiliki malaikat sangat berbeda dengan makhluk Allah lainnya seperti, manusia, jin maupun setan. Malaikat tidak memiliki hawa nafsu dan rasa lapar seperti halnya yang dimiliki manusia dan jin.
Malaikat tidak pernah tertidur, tidak makan dan minum. Malaikat pun senantiasa berdzikir kepada Allah SWT. Malaikat itu ghaib sehingga wujudnya pun tidak bisa dilihat oleh mata manusia dan tidak seperti wujud yang digambarkan oleh kebanyakan buku maupun film-film tentang malaikat.
Iman Kepada Malaikat Allah
iman kepada malaikat allah
Dalam rukun iman, iman kepada malaikat Allah SWT menempati posisi urutan kedua. Malaikat adalah makhluk yang memiliki kekuatan dan tugas masing-masing yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT. Menempati posisi kedua dalam rukun iman, maka sebagai seorang muslim kita hendaknya harus mengimani adanya wujud malaikat-malaikat Allah SWT. Meskipun kita sendiri tidak dapat melihat malaikat dengan mata kita kita tetap harus meyakininya sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah SWT.
Malaikat selalu menyembah Allah dan tidak ada kata untuk melanggar segala apa yang telah Allah turunkan kepadanya. Malaikat adalah makhluk Allah yang paling suci karena jauh dari kata dosa. Tak seorangpun tahu jumlah pasti malaikat Allah. Allah –lah maha mengetahui berapa jumlah dan kepastian tentang malaikat.
Dalam suatu mukjizat Allah dengan kekuasaan dan kehendaknya, ada beberapa manusia yang dapat melihat dan diperlihatkan malaikat kepadanya. Manusia biasa mungkin memang tidak akan dapat melihatnya, namun Nabi dan Rasul, manusia yang dikehendaki oleh Allah dapat melihat wujud nyata malaikat.
Ketika dengan kehendak Allah, malaikat selalu menampakkan diri dalam wujud dan bentuk rupa laki-laki kepada Nabi dan Rasul Allah. Seperti halnya cerita pertemuan yang terjadi antara malaikat Jibril dan Nabi Ibrahim as.

Wujud Malaikat ALLAH

wujud malaikat allah
Dalam agama Islam telah dijelaskan bahwa, wujud malaikat sangat mustahil untuk dilihat oleh mata telanjang manusia bahkan dengan bantuan alat-alat canggih sekalipun. Mata manusia tidak akan pernah bisa melihat wujud malaikat kecuali dengan kuasa dan kehendak dari Allah SWT.
Hal tersebut dikarenakan mata manusia diciptakan Allah dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk sehingga tidak akan mampu melihat wujud asli dari malaikat Allah yang asalnya terdiri dari cahaya yang sungguh menyilaukan.
Maka dari itu sekalipun Allah SWT menghendaki Nabi dan Rasulnya untuk bertemu dengan malaikat utusan-NYA, malaikat akan mengubah bentuknya menjadi serupa dengan manusia karena wujud asli mereka yang sangat menyilaukan mata hingga membutakan mata manusia biasa.
Subhanallah. Dengan kuasa Allah pula, hanya Nabi Muhammad Saw, yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan pertemuannya terhitung hingga dua kali. Yaitu pertemuan Rasulullah dengan malaikat Jibril.
Allah berfirman dan menerangkan wujud malaikat di dalam Al-Qur’an, surah Faathir 35:1 yang memiliki arti sebagaimana beriku:
“Segala puji bagi Allah Sang pencipta langit dan bumi, Yang menjadikannya malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-NYA apa yang dikehendaki-NYA. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Faathir 35:1)
Sebagaimana yang telah difirmankan Allah di atas, wujud malaikat mempunyai sayap sebanyak dua, tiga, bahkan ada yang empat. Mukzizat lainnya yang diberikan Allah SWT kepada malaikat adalah wujudnya yang tidak akan bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan malaikat hingga sekarang adalah sama persis dengan keadaan pertama kali mereka diciptakan Allah.
Dalam ajaran Islam, ibadah dan amalan-amalan yang dilakukan baik manusia maupun jin lebih disukai Allah dibandingkan ibadah yang dilakukan oleh para malaikat, mengapa demikian? Karena manusia maupun jin memiliki akal yang bisa membuat mereka menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan para malaikat yang tidak memiliki pilihan untuk menentukan keinginannya.
Malaikat dengan senang hati melaksanakan dan mengemban tugas-tugas yang diperintahkan allah SWT kepadanya. Malaikat lebih memilih untuk tetap taat dan mengerjakan tugas-tugas tertentu dai Allah dalam mengelola alam semesta. Malaikat juga makhluk yang memiliki kecepatan luar biasa.
Malaikat dapat melintasi dengan mudah alam semesta secepat kilta atau bahkan lebih cepat lagi tidak ada seperkian detik. Malaikat tidak beribu maupun berayah. Malaikat adalah makhluk Allah yang tunggal. Mereka tidak berjenis baik laki-laki maupun perempuan. Malaikat tidak berkeluarga maupun beranak.

Sifat-Sifat Malaikat

sifat sifat malaikat
Malaikat berbeda dengan manusia, jin maupun setan. Malaikat memiliki sifat dan karakteristik yang diciptakan oleh Allah bersamaan dengan wujudnya. Dalam ajaran agama Islam, sifat-sifat yang diyakini milik malaikat oleh umat muslim adalah sebagai berikut:
  1. Malaikat senantiasa tiada lelah dan rasa kantuk untuk selalu bertasbih kepada Allah sepanjang siang dan malam dan tidak akan pernah berhenti.
  2. Malaikat berbeda dengan makhluk Allah yang lainnya. Malaikat adalah makhluk Allah yang suci dari sifat-sifat yang dimiliki manusia dan jin. Malaikat tidak memiliki hawa nafsu, lapar, sakit, makan dan minum, tidur dan lain sebagainya.
  3. Malaikat sangat patuh dan taat kepada Allah. Semenjak pertama kali diciptakannya, malaikat hanya mematuhi dan menjalankan segala yang diperintahkan oleh Allah.
  4. Malaikat yang jauh dari hawa nafsu, sudah pasti akan menjauhi segala sesuatu yang maksiat. Malaikat hanya akan mengamalkan apa saja yang diperintahkan Allah kepadanya.
  5. Makhluk Allah yang memiliki sifat malu.
  6. Dalam Islam, disebutkan malaikat sangat sensitif dan terganggu dengan adanya bau tidak sedap, anjing dan patung.
  7. Malaikat tidak memiliki rasa lapar sehingga tidak membutuhkan makan maupun minum.
  8. Mukjizat Allah yang diberikan kepada malaikat adalah bisa mengubah wujud dan bentuk rupanya.
  9. Malaikat dicipta dari nur atau cahaya sehingga malaikat mempunyai kekuatan dan kecepatan cahaya yang luar biasa. Malaikat bisa berpindah tempat dan melintasi alam semesta hanya seperkian detik.
Malaikat tidak memiliki rasa lelah sama sekali. Malaikat tidak akan merasa lelah dalam melaksanakan apapun yang diperintahkan Allah kepada mereka. Malaikat yang merupakan makhluk ghaib, wujud malaikat pun tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan manusia biasa.
Panca indera manusia tidak dapat menjangkau wujud malaikat. Terkecuali dengan kuasa dan kehendak yang Khalik, Allah SWT.

Tempat Yang Tidak Disukai Para Malaikat

tempat yang tidak disukai para malaikat
Dalam ajaran Islam, atau syari’at Islam, ada beberapa tempat dimana para malaikat enggan dan tidak mau mendatangi tempat tersebut. Namun juga ada beberapa pengecualian, jika malaikat-malaikat tertentu akan tetap mendatangi tempat tersebut karena atas izin dan perintah Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan dan diterangkan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan beserta yang lainnya. Berikut beberapa tempat atau rumah yang tidak akan dimasuki oleh para malaikat:
  1. Tempat-tempat yang di dalamnya terdapat peliharaan anjing, namun beberapa ulama menyebutkan kecuali anjing tersebut dipelihara untuk kepentingan penjagaan keamanan dan pertanian.
  2. Tempat yang diletakkan patung maupun gambar di dalamnya.
  3. Tempat dimana di dalamnya ada seseorang muslim yang mengangkat senjatanya kepada saudaranya yang sesama muslim.
  4. Tempat-tempat yang memiliki bau yang tidak sedap atau sangat menyengat.
Hal-hal di atas, kesemuanya berdasarkan dalil-dalil dari hadits shahih yang telah dicatat maupun dibukukan oleh para Imam besar umat muslim. Imam-imam besar tersebut diantaranya adalah Imam Hambali, Imam Syafi’i, Bukhari, Tarmidzy, Muslim dan ulama lainnya.

Nama-Nama Malaikat Yang Wajib Diketahui

Nama-Nama Malaikat yang wajib diketahui
Tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah malaikat sesungguhnya. Hanya Allah yang maha Mengetahui yang tahu pasti. Di antara jumlah malaikat yang banyak tersebut, berikut nama-nama malaikat yang wajib kita sebagai seorang muslim ketahui. Ini berdasarkan Al-Qur’an, Hadits maupun kitab-kitab ajaran Islam lainnya. Berikut ulasannya:
  1. Jibril: Sang pemimpin para malaikat, memiliki tugas sebagai penyampai wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul Allah.
  2. Mikail: Malaikat yang bertugas untuk memberi rezeki kepada seluruh mahkluk Allah. Mikail memiliki pasukan yang dapat membantunya untuk mengatur alam seperti tanaman, hujan, angin, jalannya matahari, bulan dan bintang yang merupakan proses perputaran siang dan malam.
  3. Israfil: Merupakan malaikat yang akan bertugas dihari akhir, Ia adalah peniup Sangkakala pada hari kiamat dan hari kebangkitan manusia dan alam semesta (yaumul ba’ats).
  4. Munkar dan Nakir: Dua malaikat yang bertugas untuk memeriksa amal dan ibadah manusia di alam barzakh.
  5. Izrail: Malaikat pencabut nyawa. Izrail dalam menjalankan tugasnya dibagi menjadi 2 jenis sifat. Jika mereka yang akan mati adalah orang amal dan ibadah yang baik maka Ia akan menyabut nyawanya dengan begitu lembut seringan helaian bulu. Namun sebaliknya jika yang akan menemui ajal mereka yang jahat maka keras dan kasar pula cara Izrail menyabutnya.
  6. Raqib : Bertugas untuk mencatat amal ibadah yang baik semasa manusia hidup.
  7. Atit: Bertugas mencatat amal buruk manusia.
  8. Ridwan: Malaikat penjaga pintu surga.
  9. Malik: Pemimpin malaikat Zabaniah dan penjaga pintu neraka.
  10. Zabaniah: Pasukan malaikat malik yang bertugas menghukum dan menyiksa manusia di neraka.
  11. Malaikat di sekitar Arsy: terdiri dari Hamalat al-‘arsy yaitu empat malaikat pembawa ‘Arsy Allah, yang jumlah nya ditambah empat menjadi delapan saat hari kiamat. Malaikat Haffun yaitu para malaikat yang melingkari Arsy sambil bertasbih.
Demikianlah penjelasan mengenai malaikat Allah. Sebagai seorang muslim yang beriman, mengimani dan mengenal malaikat Allah adalah sebuat keharusan, semoga dengan sedikit pengetahuan ini menjadikan kita seorang muslim yang lebih baik lagi. Aamiin.

Minggu, 30 Desember 2018

Seandainya Allah mengizinkan manusia menyembah manusia


Seandainya Allah mengizinkan manusia menyembah manusia, maka tidak ragu lagi aku akan menyembah kedua orang tuaku, khususnya pada ibuku.
_______________________________________
Namun..Ingatlah surga itu memiliki beberapa pintu dan salah satu dari pintu surga ialah ridho dari kedua orangtua khususnya ibu kita.
_______________________________________
Jangan sesekali menyakiti hati beliau, murkanya adalah murka Allah, ridhonya adalah ridho Allah.
Jika kedua orangtuamu jauh darimu maka temuilah dia, minta maaflah..
_______________________________________
Sempatkanlah jika engkau mempunyai waktu luang berlebaran dengannya..
Jika engkau tiada punya ongkos untuk pulang kampung maka telfonlah beliau minta maaflah..
_______________________________________
Jika kedua orangtuamu tiada maka berziarahlah, bersihkanlah nisan dan kuburannya, doakan beliau bacakan Al'fateha dan Al'ihlas..
_______________________________________
Puncak Dzikr adalah Ketenangan
Puncak Ketenangan adalah Kelembutan Hati
Puncak kelembutan Hati adalah Pembukaan Spiritual
Puncak Pembukaan Spiritual adalah Pemahaman
Puncak Pemahaman adalah Kekuatan
Puncak Kekuatan adalah Kesabaran
Puncak Kesabaran adalah Kearifan
Puncak Kearifan adalah Kepemimpinan
Puncak Kepemimpinan adalah Keteladanan moral
Puncak Keteladanan moral adalah Penjagaan diri
Puncak Penjagaan diri adalah Keimanan Tauhid Sejati
Puncak Keimanan Tauhid Sejati adalah Keihsanan
Puncak Keihsanan adalah Keselamatan
Puncak Keselamatan adalah Kedamaian
Puncak Kedamaian adalah Keadilan
Puncak Keadilan adalah Kemanusiaan
Puncak Kemanusiaan adalah Kembali kepada Pencipta sebelum ajal tiba
Puncak Kembali kepada Pencipta adalah Keikhlasan Takwa
Puncak Keikhlasan Takwa adalah Kesucian
Puncak Kesucian adalah Ketangguhan
Puncak Ketangguhan adalah Keruhanian murni
Puncak Keruhanian murni adalah Keagungan
Puncak Keagungan adalah Cinta Ilahi tanpa syarat
Puncak Cinta Ilahi tanpa syarat adalah Kesempurnaan ciptaan...Hiduplah dengan Cinta
Bernafaslah dengan Cinta
Hingga Matilah dengan Cinta..


TUAK ILLAHI
__________________

Kamis, 27 Desember 2018

HU MUTLAK

Gambar terkait
Dalam tingkat keAKUan yang ghaib atau yang tidak diketahui, HU menunjukkan tidak ada bakat untuk sifat, karna di sini HU tidak dapat di katakan apa-apa. HU itu tidak ada sifat dan tidak ada lakonan denganNya, lalu daripada apakah dunia ini dizahirkan?
Sifatlah yang menzahirkan dunia ini bukan HU, kehidupan dunia ini ialah kesan ( athar ) dari sifat hidup, karna pengetahuan yang zahir dalam dunia ini adalah kesan sifat pengetahuan HU, begitu juga iradat, kuasa, penglihatan, percakapan dan lain-lain adalah kesan sifat-sifat yang aktif
Oleh itu baik dan jahat adalah daripada sifat dan bukan daripada HU, karna wujud mengambil bentuk hidup, iradat mengambil bentuk kehendak, pengetahuan mengambil bentuk akal, dan seterusnya, segala ini terzahir melalui anggota (organ)
Iradat berbentuk hati, kuasa berbentuk otak, dengar berbentuk telinga, melihat berbentuk mata, berkata berbentuk lidah, Tiap-tiap zarah (atom) adalah bentuk satu sifat, karna pengetahuan dan iradat mengambil bentuk sebagai dunia dalam wahdat, dunia adalah manifestasi atau zahirnya sifat dan lebih tepat lagi adalah satu bentuk atau rupa sifat, karna tiap-tiap sifat menampakkan dirinya dalam satu bentuk Persamaan dan perbedaan dalam bentuk adalah karna persamaan dan perbedaan dalam sifat
Jika HU yang tidak terbatas itu mempunyai pengetahuan tentang diri HU yang tidak terbatas, maka HU itu tentulah terbatas pengetahuannya, Jika HU tidak ada pengetahuan demikian, maka Pengetahuan HU atau ilmu HU tentulah tidak sempurna
Jika Yang di ketahui itu tidak terbatas, bagaimanakah pengetahuan atau ilmu meliputinya ?
Jawabnya : HU yang mutlak mempunyai ilmu yang mutlak pada tingkatan ini yang mana kaitannya dengan ilmu, yang demikian adalah juga mutlak dan mengetahui diri HU sebagai mutlak, Sempadan tidak ada di sini, karna HU Mutlak tiada terbatas oleh ilmu yang mutlak
Tidak ada sempadan bagi yang mengetahui dan yang diketahui, karna dalam tingkatan itu, apabila HU turun dari tingkatan itu, maka rupa atau bentuk yang diketahui menjelma dan itulah sempadan pertama, oleh yang demikian dalam tingkatan mutlak, ilmu dan lain-lain sifat hilang dalam HU dan HU tidak terbatas oleh ilmu, pada peringkat ini, HU adalah Batin pada diri zahir ku sendiri
Sebenarnya ada zahir dan ada batin yaitu terbatas (tidak mutlak) dan mutlak Yang satu janganlah di campur adukkan dengan yang lain, Yang tidak mutlak mengetahui tentang tidak mutlaknya dan yang mutlak mengetahui tentang mutlaknya, titik air yang mengalir ke lautan mengetahui tentang titiknya dan juga tentang lautannya, Pengetahuan yang satu tidak bercampur dengan yang lain, Ia tahu tentang kecilnya kawasannya dan tentang tiada hingganya tak ada batasannya apabila HU dan ilmu bersatu, maka tidak ada yang meliputi dan yang diliputi meliputi yang diartikan sebagai Yang Lain di sini HU dan Sifat adalah satu
Hakikat benda atau sesuatu perkara bebas daripada sifat dan tidak dapat di ceritakan, misalnya sakit, apakah itu sakit ? tidak dapat di ceritakan, tiada siapa yang dapat menceritakannya dengan perkataan atau dengan bunyi, dan memberi orang lain merasai hakikatnya, karna orang yang merasainya akan mengetahuinya dan apabila lebih daripada batasnya, maka berakhirlah dengan kematian, oleh itu hanya tidak termasuk dalam lingkungan pengetahuan fikiran dan kasyaf
Sayyid Muhammad Gaysudraz ( Wali Allah dari Gulbarga ) pernah mengatakan : "jika engkau menyembelih ayam dan menanamnya dalam tanah, semua Auliya dan Nabi-nabi bekerjasama dengan seluruh kasyaf mereka tidak akan dapat mengatakan apakah hakikatnya pada masa itu" 
Ayam ialah objek atau benda yang boleh di ukur, engkau tidak tahu sedangkan sebutir pasir yang halus itu sebabnya ialah hakikat benda itu ialah HU Mutlak dan Wujud Mutlak yang terlampaui dari sempadan ilmu dan kasyaf, maka Ianya tidak di ketahui dan tidak boleh di ketahui, Sifat dapat di ketahui, sedangkan HU mempunyai sifat-sifat 'hidup, berkehendak, berkuasa, melihat, melihat, mendengar' dan lain-lain
Jika HU membuang sifat-sifat ini, maka HU tidak tahu apakah HU sebenarnya, Jikaia berlanjutan juga menyelidiki perkara ini, engkau bisa jadi gila. Jika dalam keadaan gila itu engkau mengetahui sesuatu engkau hanya tahu yang engkau tidak tahu, oleh yang demikian, percobaan hendak mengetahui hakikat HU adalah di larang, dan HU membuat engkau mengetahui Diri ku
maksud Surah Ali Imran Ayat 30. Ilmu sendiri pun dalam keadaan ta'ajub tentang Hakikatnya karna ilmu itu sendiri meleburkan dirinya dalam HU, dalam peringkat HU, ilmu itu sendiri menjadi Hakikatnya, sehingga dan kecuali ada persaingan daripadanya, ianya tidak dapat tahu HU itu, bukanlah ilmu itu tidak sempurna karna tidak tahu HU, Jika ilmu dalam keadaan fana, maka usaha mencarinya pun akan fana juga, tidak ada kesan, di sini mencari adalah sebenarnya tidak mencari, puncak pengetahuan seseorang tentang HU ialah tidak tahu (jahil) dan ta'ajub. 
Zunnun Al-Misri ada berkata, yang berarti "Ilmu dalam Dzat Allah ialah jahil" Tidak ada Nabi atau Wali yang telah sampai atau akan sampai tingkat itu, Nabi pernah berkata yang berarti "Aku tiada tahu engkau lebih dari setakat yang dikehendaki oleh ilmu engkau" Tidak ada pandangan yang pernah melihat tajallinya HU, Jika ada pun ia mencapai tajalli ini, maka ianya binasa atau fana, karna tajalli HU melarutkan semua cermin manifestasi yang dengannya Nabi-nabi dan Aulia bersangkutan
Nabi sebagai manifestasi atau kezahiran pertama dan Wali yang kedua, Peringkat kezahiran yang kedua larut dalam pertama dan yang pertama larut dan kedua-duanya meresap masuk ke dalam Yang Tidak TERBATAS, tajalli sifat larut dalam tajalli Zat dan Yang Mutlak jua yang kekal
HU tidak ada yang kedua dan pintu kamar HU tertutup dari semua yang di luar, seseorang akan masuk ke dalamnya apabila meninggalkan diri dan menjadi tidak ada diri lagi, Yang berarti, "Sesungguhnya HU meliputi segala-galanya" Meliputi ini adalah ibarat air meliputi ombak, salju, embun, hujan batu dan lain-lain. 
HU berarti ZAT MUTHLAK yaitu tanpa mengatakan sifat, Nama AKU menunjukkan ZAT dengan semua Sifat KU, AHAD ialah peringkat di mana semua pengetahuan tidak ada , AKU itu ENGKAU tidak boleh menggunakan perkataan ini itu kepada AKU, WAHID ialah peringkat di mana Wujud AKU itu di isbatkan
HU berserta dengan tidak terbatas dan sifat-sifat tidak ada batasnya, dan ini tidak ada konsep untuk menceritakannya yaitu HU tidak ada sifat-sifat terbatas, Maka itulah yang dikatakan Hadith Nabi
"AKU lah yang Awal yang tidak ada apa pun sebelum KU, AKU lah yang Terakhir yang tidak ada apa pun selepas KU, AKU lah Yang Zahir yang tidak ada apa pun atas KU, AKU lah yang Batin yang tidak ada apa pun di bawah KU".
Tidak ada ghayr (yang lain), Adanya "ghayr" adalah mungkin hanya apabila wujud HU boleh disempadankan, Nama bukanlah hanya perkataan saja tetapi ianya adalah Zat yang di namakan itu berserta dengan Sifat KU
"PAHAMI PELAN-PELAN, JIKA SALAH TAFSIR MAKA PATAL-LAH AKIBATNYA"

Iman atau beriman itu apa?

Hasil gambar untuk Iman atau beriman itu apa

Banyak dari para ulama, guru dan sesepuh yang tugasnya memberi ingat kepada masyarakat umum tentang cara beriman kepada Allah, namun kenyataanNya kebanyakan hanya sampai pada pemahaman saja tapi tidak teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari, buktinya banyak diantara kita yang masih galau dalam mengarungi kehidupan
----------------------------------------------
Lalu iman atau beriman itu sendiri apa? Substansi iman itu apa? Bagaimana cara beriman yang paling jitu?
----------------------------------------------
Sederet pertanyaan tidak ada habisnya tentang iman, karena hal yang satu ini sangat berkaitan langsung dengan rona kehidupan kita didunia dan akherat
----------------------------------------------
Kata kunci dari pembahasan ini adalah :
----------------------------------------------
1) Makna iman
2) Substansi Iman dan
3) Cara beriman
----------------------------------------------
1) Makna Iman : Iman berarti percaya dengan yakin karena melihat atau menyaksikan langsung, bukan karena katanya atau dapat kabar dari orang lain, dengan bahasa lain berarti belum sempurna keyakinan seseorang kalau hal yang diyakini tidak mengalami langsung, makanya kalau tidak mau dikatakan sebagai saksi palsu, katakan saja sebagai penyaksian yang belum sempurna
----------------------------------------------
2) Substansi Iman : Substansi Iman adalah hal atau sesuatu yang dipercayai atau yang diyakini, dalam hal ini kita mengenalnya sebagai rukun iman, dikatakan rukun karena keenam hal tersebut harus dipercayai semua, jika ada yang kurang maka belum atau tidak memenuhi rukun
----------------------------------------------
Yang pertama adalah Iman kepada Allah : Iman kepada Allah berkonsekwensi pada penyaksian langsung terhadap Allah, Allah yang bukan sesuatu harus bisa disaksikan oleh kita yang sesuatu, jika tidak bisa menyaksikan langsung, maka bisa dikatakan sebagai iman yang belum sempurna kalau tidak mau dikatakan penyaksian palsu
----------------------------------------------
Yang kedua adalah Iman kepada Malaikat : Sama halnya dengan iman kepada Allah, beriman kepada Malaikat juga berkonsekwensi pada penyaksian langsung kepada apa yg dinamakan Malaikat, iman kepada Malaikat tidaklah cukup jika kita hanya menghafal nama-nama Malaikat dan tugasnya, jadi memang harus berujung pada penyaksian, jika tidak mau dikatakan persaksian palsu
----------------------------------------------
Yang ketiga adalah Iman kepada Kitab : Percaya kepada kitab Allah tidak cukup jika hanya menghafal nama-nama kitab samawi yang diturunkan kepada para Rasul, iman kepada Kitab Allah harus sampe pada pengamalan dari makna atau substansi kitab Allah itu, oleh sebab itu, seorang hamba harus paham substansi dari kitab Allah tersebut, jika tidak mau dikatakan sebagai persaksian palsu
----------------------------------------------
Yang keempat adalah Iman kepada Rasul : Sama halnya dengan sebelumnya, iman kepada Rasul Allah tidak cukup kalau hanya hafal nama-nama Rasul Allah, Konsekwensi logisnya hamba dikatakan beriman kepada Rasulullah apabila bersikap layaknya Rasulullah, dengan demikian jika belum atau tidak sampai pada taraf itu bisa dikatakan penyaksiannya adalah palsu
----------------------------------------------
Yang kelima adalah beriman pada Hari Akhir : Beriman pada hari akhir berkonsekwensi pada kelaziman hamba layaknya hari akhir, sebagaimana dipahami bahwa hari akhir adalah hari pembalasan berupa surga atau neraka, surga adalah keadaan senang yang sangat karena bertemu Allah, sebaliknya neraka adalah keadaan sengsara berupa siksaan api neraka, hamba yang beriman kepada hari akhir berkonsekwensi pada kelaziman berkeadaan bertemu Allah hingga bisa senang yang sangat, jadi tidak cukup kita percaya kalau nanti akan ada hari pembalasan yang dikenal dengan hari akhir
----------------------------------------------
Yang keenam adalah percaya pada Takdir : Takdir adalah ketentuan Allah, beriman kepada taqdir Allah berarti kita harus menyadari kalau semua keadaan kita seutuhnya adalah ketentuan Allah semata, semua kejadian yang terjadi tidak ada satupun yang keluar dari ketentuan Allah, Konsekwensinya adalah adanya kesadaran bahwa cerita hidup adalah cerita Allah, bukan cerita kita sebagai manusia, jadi kesadaran bahwa semuanya adalah ketentuan Allah bisa muncul apabila kita sadar bahwa yang ada dan hidup adalah Allah bukan kita
----------------------------------------------
Rukun Iman bisa terpenuhi apabila kita menyadri betul dari setiap rukun yg ada, jadi tidak cukup kita menghafalnya, kecuali dikatakan sebagai penyaksian palsu
----------------------------------------------
3) Kiat beriman : Uraian berujut sebenarnya hanyalah kesimpulan dari poin satu dan dua di atas, cara praktis efektif dan efisien adalah dengan cara KENAL ALLAH, jika kita sudah kenal Allah, maka dengan sendirinya kita sudah bisa tergolong orang yang beriman
----------------------------------------------
Kalau hanya kenal Allah, apakah rukun yang lain akan ditinggal? Tidak demikian, rukun selain beriman kepada Allah merupakan inti dari rukun iman yang berjumlah enam tersebut, jika kita sudah kenal Allah, maka dengan sendirinya kita beriman kepada rukun lainnya
----------------------------------------------
Tetapi, belum dikatakan beriman kepada Allah jika rukun yang lainnya tidak atau belum diamalkan, Artinya dikatakan sudah beriman kepada Allah apabila belum berrprilaku sebagai malaikat, belum berprilaku sebagai layaknya kitab sebagai firman Allah, belum belum menjadi Rasulullah, belum berkeadaan seperti hari akherat yang selalu bertemu Allah, dan belum menjadi takdir itu sendiri
----------------------------------------------
Penjelasan di atas bisa terjawab apabila kita sudah kenal Allah, kenal Allah pada dasarnya Allah yang kenal dengan DZAT, SIFAT, ASMA, AF'AL-nya sendiri, kalau Allah yang kenal berarti Allah saja yang ada sendirian
----------------------------------------------
Allah yang ada sendirian ini menuntut keadaan lenyapnya ego diri hingga Akhirnya Allah tanpak terang dan jelas, untuk bisa memenuhi hal tersebut maka satu satunya jalan yang cepat adalah, meyakini dengan sadar bahwa Allah yang hidup pada kita
----------------------------------------------
Jika kesadaran itu muncul maka diri akan lenyap yang tersisa hanyalah Allah, jadi yang harus dirubah pertama kali adalah anggapan awal menganggap diri kita manusia yang hidup, saatnya kita mengubah pola pikir tersebut, sangat sederhana, Hanya mengubah anggapan itu dan menggantinya dengan anggapan hanya Allah yang ada berupa kita
--------------
TUAK ILLAHI

Jalan menuju Allah

Hasil gambar untuk Jalan menuju Allah


Jalan menuju Allah itu bersifat ruhaniah. Mata lahir dan akal tidak akan mampu melihat jalan ini. Yang mampu melihatnya hanyalah ruh atau hati yang bersih
---------------------------------------------------
Barang kali sudah menjadi pengalaman bahwa dijalan raya banyak terjadi kecelakaan. Padahal, jalan raya yang bersifat material itu, mata lahir kita bias melihatnya
---------------------------------------------------
Jalan raya itu juga dilengkapi dengan berbagai rambu lalu-lintas. Tetapi kecelakaan berlaku setiap hari. Ada yang tabrakan, ada yang serempetan, ada yang masuk jurang, ada yang terguling dan berbagai macam kecelakaan biasa terjadi di jalan yang begitu jelas terlihat dengan mata kepala kita
---------------------------------------------------
Belajar dari pengalaman ini, tentu kita dapat dengan mudah memahami kenyataan betapa susahnya menempuh jalan ruhani ini. Berbagai macam kecelakaan ruhani menimpa kita setiap harinya, YG LEBIH PARAHNYA LAGI JIKA KETABRAK ALIF YG SEBATANG MAKA BENGKAKNYA BISA MENCAPAI 9 BULAN LEBIH
---------------------------------------------------
Maka ketika itu berlaku kita pun complain dengan Allah. Kita tak puas hati dengan ketentuan Allah sehingga berkata “Mengapa itu harus terjadi padaku?” khan kan kan... kelihatan BAHLOLNYA..

TUAK ILLAHI